
Film
My Tomorrow, Your Yesterday
Takahiro Miki
Review emosional My Tomorrow, Your Yesterday (2016). Pengalaman nonton Zoom bareng gebetan, takdir waktu terbalik Takatoshi & Emi, effort saling mengimbangi, serta lagu Happy End dari Back Number.
“Hari pertamaku bersama kamu adalah hari terakhirmu bersamaku. Sebuah effort luar biasa yang menguras air mata.”
Aku nonton film ini dulu lewat semacam Zoom meeting wkwk, bareng Just Friendku yang masih sama kenal sejak 2022 itu, yang beberapa kali kusebut—di blog ini, wkwkwk. Keknya emang cuma bahas dia mulu ya, kalau bisa masuk, wkwkwk. Dan yah, seperti biasa, sangat suka film film penyakitan couple seperti ini wkwk!

Waktu Terbalik & Effort yang Saling Mengimbangi
My Tomorrow, Your Yesterday (Boku wa Ashita, Kinou no Kimi to Date Suru) disutradarai Takahiro Miki, dibintangi Sota Fukushi sebagai Takatoshi Minamiyama dan Nana Komatsu sebagai Emi Fukuju. Konsep ceritanya bener-bener unik sekaligus tragis: Takatoshi dan Emi berasal dari dua dunia paralel tempat waktu berjalan berlawanan arah. Mereka cuma bisa bertemu selama 30 hari setiap 5 tahun sekali—saat usia mereka persis sama-sama 20 tahun.
- Bagi Takatoshi: Hari ke-1 adalah saat dia pertama kali memberanikan diri menyapa dan nanya nama Emi di stasiun kereta Takaragaike di Kyoto.
- Bagi Emi: Hari ke-1 bagi Takatoshi itu justru hari ke-30 (hari terakhir) dari pertemuan mereka di siklus itu.
Bayangin deh… saat Takatoshi baru jatuh cinta dan ngerasain momen manis di awal pacaran, Emi sebenarnya lagi menjalani hari terakhirnya bersama cowok yang sangat dia cintai—tahu bahwa besoknya, Takatoshi bakal melihat Emi sebagai orang asing yang belum pernah dikenal. Makanya di hari pertama pas Takatoshi memberanikan diri nembak, Emi mendadak menangis sesenggukan.

Yang bikin aku kepukau dan tersentuh banget sama film ini adalah soal effort. Si cewek (Emi) bener-bener effort luar biasa nulis setiap kenangan dan kejadian di catatan diarinya, biar mereka bisa menjalani alur hubungan yang sama dari perspektif Takatoshi.
Dan pas si cowok (Takatoshi) nemu catatan itu di pertengahan hari ke-15 dan akhirnya sadar kenyataan pahit ini… alih-alih menyerah atau marah pada takdir, dia justru memilih buat ngimbangin effort Emi tanpa patah semangat. Dia berjuang membahagiakan Emi di sisa hari-hari terakhirnya.
Nonton momen mereka saling mengimbangi effort itu lewat layar Zoom bareng gebetan… asli gess, rasanya nyesek tapi indah banget. bikin kepikiran tentang arti kehadiran seseorang di hidup kita.
Terkontaminasi Sihir Lagu Back Number - “Happy End”
Nah, film ini juga best banget karena ngenalin aku ke band rock asal Jepang Back Number. Dan jujur ya… BINATANG, SETAN BANGET JUGA ITU! 😭
Lagunya nyayat hati semua anjir, kayak sengaja dibikin buat mengaduk-aduk emosi wkwkwk. Khususnya lagu soundtrack utamanya yang berjudul Happy End (ハッピーエンド).


Lirik lagunya bercerita tentang seseorang yang berusaha tetap tersenyum dan melambaikan tangan bilang “aku baik-baik saja”, padahal di dalam hatinya menjerit menangis gak ingin dilepaskan (eaaaa). Pas ending film ini berputar diiringi lagu Happy End, ya lega, seneng, nangis, aja, kek, yaa ending yang fair buat film, sempurnaaa banget eksekusinya untuk film jepang.
Refleksi Penutup
My Tomorrow, Your Yesterday bukan cuma sekadar film romantis sci-fi perjalanan waktu. Ini adalah pengingat berharga tentang bagaimana kita harus menghargai setiap detik momen bersama orang yang kita sayangi, meski tahu waktu yang kita miliki mungkin terbatas oleh jarak atau keadaan.
Kalau kamu belum pernah nonton, film ini 10/10 wajib masuk watchlist… dan makin berkesan kalau nontonnya ditemenin orang tersayang kelen, wkwkw, yah meski gatau dua orang ini nanti punya sudut pandang yang sama ato engga dalam hubungan wkwkwk.
Komentar
Memuat komentar…
Bergabung dalam percakapan
Pilih cara Anda ingin berkomentar.
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat.