
Film
Pangku
Reza Rahadian
Review jujur film Pangku (2025). Pengalaman nonton Zoom bareng justfriend, kisah nyata kehidupan pesisir Pantura, potret akar rumput yang sangat autentik, serta apresiasi berbagai penghargaan festival.
“Sebuah potret kehidupan pesisir yang sangat nyata dan dekat dengan obrolan akar rumput di dunia nyata.”
Pangku (2025) ini tergolong film yang sangat oke, jujur, dan menyentuh!

Potret Akar Rumput & Realitas Kopi Pangku Pantura
Pangku merupakan karya debut Reza Rahadian sebagai sutradara film panjang, yang ditulis bersama Felix K. Nesi. Film ini dibintangi jajaran aktor hebat: Claresta Taufan (sebagai Sartika), Christine Hakim (Bu Maya), Fedi Nuril (Hadi), dan Devano Danendra (Satria).
Latar belakang ceritanya mengangkat tradisi warung kopi pangku di kawasan pesisir jalur Pantura (Pantai Utara Jawa)—sebuah realitas sosio-ekonomi yang keras, berdebu, dan sering dipandang sebelah mata. Fokus utamanya ada pada Sartika, seorang ibu muda yang berjuang bertahan hidup dan membesarkan anaknya di tengah impitan ekonomi dan prasangka lingkungan.

Hal yang bikin aku sangat mengapresiasi film ini adalah penampilannya yang sangat nyata dan tidak dibuat-buat.
Kebetulan, aku dulu pernah ngobrol langsung sama warga dan komunitas akar rumput di kawasan pesisir dengan latar belakang serupa. Jadi pas ngebaca dinamika karakter, obrolan sehari-hari, sampai beban hidup yang dipikul Sartika di layar… aku tahu betul kalau kejadian di dunia nyata memang sekeras dan seautentik itu.
Gak ada kesan eksploitasi penderitaan yang berlebihan. Semuanya dibawakan dengan pendekatan sosial yang penuh empati, hangat, sekaligus getir.
Penghargaan
Gak heran kalau film Pangku ini berhasil meraih berbagai penghargaan dan apresiasi di ajang festival film:


Pencapaian ini membuktikan kalau cerita akar rumput Indonesia yang digarap dengan kejujuran dan empati mendalam akan selalu menemukan tempat di hati para penontonnya.
Refleksi Penutup
Buat aku yang suka nonton kalau ada temennya, diskusi, tukar pikiran dan komentar ringan bikin pengalaman nontonnya makin berkesan. Sebagai orang yang suka undercover di akar rumput, dapet sih cerita realis dari film ini. Secara ajaran sosial, ini penting untuk melihat, sisi lain kehidupan, bagaimana manusia-manusia tangguh terus bertahan dan saling menguatkan di tengah situasi hidup yang sering kali serba terbatas.
Kalau kamu suka cerita drama sosial yang membumi, film ini sangat layak buat kamu tonton!
Komentar
Memuat komentar…
Bergabung dalam percakapan
Pilih cara Anda ingin berkomentar.
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat.