Life in 26
Refleksi Seperempat Abad
Menginjak 26
Genap berusia 26 tahun pada 14 Juli 2025 kemarin, dan sekarang aku lagi berjalan menuju umur 27. Di tulisan ini aku cuma pengen duduk sebentar dan merefleksikan apa artinya udah hidup seperempat abad di bumi. Dan jujur? Aku merasa cukup puas dan bersyukur sama jalan hidup yang udah kulewati sejauh ini.
Aku bukan tipe orang yang pusing atau merasa minder pas membandingkan diri sama orang lain. Aku jalan dengan iramaku sendiri, dan sejauh ini cara itu terbukti bikin hatiku lebih tenang. Salah satu pencapaian yang bikin bersyukur adalah bisa merantau jadi ekspatriat di Malaysia. Ini beneran nggak pernah ada di rencana awal—dulu mikirnya pengen ke Jepang lewat program LPK, tapi iseng coba daftar ke Malaysia eh malah keterima. Yaudah, tak ambil sebagai rezeki dan kujalani.
Sekarang, setelah setahun hidup di perantauan, aku mulai merajut target-target baru.
Jalan Panjang yang Membawaku ke Sini
Aku lulusan SMKN 2 Salatiga jurusan Teknik Informatika. Pas lulus sekolah dulu, aku sempat daftar politeknik dan jurusan-jurusan IT tapi belum rezeki. Akhirnya aku kuliah di IAIN Salatiga ambil Manajemen Bisnis Syariah—niat awalnya cuma batu loncatan setahun sambil nyoba lagi jurusan IT di Jogja.
Tapi dasar udah nyaman di Salatiga, akhirnya tak terusin sampai lulus. Tahun terakhir kuliah bertepatan sama masa pandami COVID-19. Sampai-sampai wisudaku aja hybrid—setengah offline setengah online. Meskipun serba terbatas, alhamdulillah aku terpilih jadi lulusan terbaik MBS 2017 periode wisuda 2021 dan dapat kehormatan membaca sumpah alumni.

Pas semester 6, aku sempat gatal pengen belajar bisnis dan buka kedai kopi 'Teras Karsa Coffee & Tea Bar' di Jebres, Solo. Lokasi yang pasarnya bergantung banget sama anak kuliahan. Baru jalan sebulan, eh pandami COVID melanda. Kampus libur, mahasiswa pulang kampung, dan kedai kopiku terpaksa gulung tikar.

Habis lulus, aku bareng empat temen angkatan mendirikan Burjo Mahasiswa 'Kon Ngopi' di Salatiga. Tempat ini sempat jadi markas favorit mahasiswa: tempat rapat, tempat nongkrong, sampai tempat garap skripsi. Pas acara opening-nya bahkan dihadiri langsung sama Mbah Sujiwo Tejo. Kami juga berkolaborasi sama Pak Ilyas M.Ag., dosen UNNES sekaligus pengasuh Gambang Syafaat Semarang.

Tapi ya namanya hidup, roda terus berputar. Temen-temen mulai menikah dan punya tanggung jawab baru. Aku sendiri dapat kerjaan di Semarang, sampai akhirnya warung kopi itu pelan-pelan tutup.

Dua tahun kerja di Semarang, kepikiran impian ke Jepang lagi—mungkin lewat LPK. Tapi pas ada kesempatan daftar ke Malaysia, iseng tak coba dan keterima. Langsung tak ambil sebagai pintu rezeki baru.

Sekarang udah setahun lebih merantau di Malaysia kerja sebagai Risk Account Analyst. Nggak banyak foto pas kerja yang bisa aku bagikan. Aku jarang foto selfie bareng temen kantor—tapi inilah sekilas momen bareng timku di sini. Dunia yang beda banget, tapi aku menikmati proses belajarnya.

Sepenggal Catatan tentang Keluarga
Dua tahun setelah aku lulus wisuda, Bapak meninggal dunia. Luka dan rasa kehilangan yang kadang masih berasa segar di dada. Tapi kenangan dan pesan beliau selalu tak bawa, dan aku percaya Bapak di sana tersenyum bangga ngelihat anaknya sekarang.
Fokus utamaku saat ini adalah berbakti, mematangkan karier, dan mempersiapkan beasiswa S2 LPDP untuk masa depan keluarga dan diriku sendiri. Ke mana angin bakal membawaku nanti, biar ikhtiar dan takdir terbaik yang menjawab.
Ambisi di 2026
Ini target-target yang ingin kuwujudkan tahun ini:
Solo Exploration
Aku ingin lebih banyak mengeksplor daerah sekitar kampung halamanku lewat solo travel—Salatiga, Semarang, Solo. Setiap tempat yang kukunjungi, ingin kudokumentasikan dan kubagikan ceritanya lewat blog ini. Ini caraku tetap terhubung dengan akar sambil menerima pengalaman baru.
Ok, then, Byeee~
Aku bersyukur dengan diriku di usia 26. Setiap kegagalan, semua penolakan, itu adalah semua hal yang membawaku ke sini, dan juga itu semua adalah aku, bagian dari prosesku
Sekarang, fokus dengan apa yang aku punya. Petualangan baru. Lebih banyak cerita yang mungkin akan kutulis. Kemanapun perjalanan membawaku, aku akan coba ku dokumentasikan disini.
Untuk babak selanjutnya. Who know where life will take you, right ?
— Ygni
Komentar
Memuat komentar…
Bergabung dalam percakapan
Pilih cara Anda ingin berkomentar.
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat.